fbpx

Pada awal dibuat tahun 1996 silam, CSS sendiri difungsikan untuk memformat halaman. Selain itu, permasalahan seperti tags font yang diperkenalkan HTML menyebabkan banyak masalah bagi developer, dikarenakan website membutuhkan font, warna background, dan style maka CSS dapat menyelesaikan masalah ini.

CSS sendiri kepanjangan dari Cascading Style Sheet yang berfungsi untuk mengatur tampilan elemen yang tertulis dalam bahasa markup. Fungsi lain dari CSS yakni untuk memisahkan konten dari tampilan visual dalam sebuah website.

Pada dasarnya HTML dan CSS memiliki kedekatan yang sangat erat, sehingga kinerja keduanya tidak dapat dipisahkan. HTML sendiri merupakan bahasa markup dan CSS memperbaiki style, kedua bahasa pemrograman ini harus terus beriringan. Selain pada urusan teknis, CSS berpengaruh juga pada tampilan sebuah website. Para pemilik website pun tentu tidak menginginkan tampilan artikel tanpa modifikasi apapun.

Keuntungan Belajar CSS

Sebagai blogger atau pengelola website, Anda sebenarnya tidak dituntut untuk belajar CSS. Pasalnya, saat ini sudah banyak jasa pembuatan website di Indonesia yang bersedia dibayar secara freelance untuk mengatasi sebaga kebutuhan website Anda.

Namun, belajar CSS bakal memberikan Anda keleluasaan dalam mengoprek berbagai tampilan website secaa mandiri. Jadi, Anda bakal lebih mudah jika suatu saat sudah bosan dengan susunan warna, tata letak hingga penggunaan font dan ingin menggantinya.

Terlepas dari itu, di era digital seperti sekarang ini dengan belajar CSS maka Anda juga berpotensi mendapatkan pemasukan tambahan lewat penawaran jasa freelance. Perkembangan website yang sangat massif tentu bisa menjadi peluang menjanjikan dengan berbekal skill CSS yang Anda miliki.

Kelebihan CSS sebenarnya mudah sekali membedakan website yang menggunakan CSS atau tidak. Nah, jika Anda menemukan website ketika sedang loading hanya menampilkan warna layar putih saja, maka website tersebut bisa dipastikan tidak menggunakan CSS, atau hanya menggunakan HTML saja.

BACA JUGA:  Bosan di Rumah? Coba Nge-Blog Yuk?

Sebelum CSS diterapkan, semua stylizing harus Anda sertakan pada markup HTML. Dengan demikian Anda harus mendeskripsikan semua warna font, background, dan lainnya secara terpisah.

Kelebihan CSS sendiri dapat mengatur semua tampilan pada aspek file yang berbeda. Kemudian Anda dapat menentukan file dan mengintegrasikannya di atas markup HTML.

Dalam hal ini, markup HTML semakin mudah dimaintain. Singkatnya, CSS ini memudahkan Anda agar tidak perlu mendeskripsikan tampilan masing-masing elemen secara berulang.

Oleh sebab itu, waktu Anda tidak terbuang percuma untuk membuat kode dan membenahi error. Bahkan kekurangan lainnya dapat segera diminimalisir.

Secara default CSS memakai bahasa Inggris sederhana berbasis syntax. Selanjutnya CSS didukung dengan berbagai rules yang mengaturnya. Keberadaan HTML ini pada dasarnya dirancang semata-mata untuk mendeskripsikan konten. Yang kemudian dibantu dengan keberadaan CSS yang memberikan sedikit sentuhan modifikasi. Kombinasi kinerja keduanya dapat memaksimalkan tampilan website seperti yang Anda inginkan.

Struktur CSS cukup sederhana, sehingga pengaplikasiannya pun cukup mudah. Di dalam struktur CSS ini terdiri dari selector dan declaration block. Dalam hal ini Anda dapat memilih elemen yang diinginkan kemudian Anda dapat melakukan deklarasi terhadap elemen tersebut. Selector bekerja mengarahkan elemen ke HTML yang akan diubah penampilannya. Declaration block bekerja memisahkannya dengan tanda titik koma.

Inline Style Sheet

Jenis CSS pertama yang kerap kali digunakan adalah Inline Style Sheet, CSS tipe ini biasa diterapkan langsung pada object yang ingin dirubah tampilannya. Misalnya, seperti teks biasa yang ingin dirubah warnanya. Penggunaan CSS jenis ini hanyamembutuhkan penambahan tag <style> sehingga sangat mudah diaplikasikan.

External Style Sheet

Berbeda dengan Inline Style Sheet, External Style Sheet jauh lebih praktis digunakan karena peletakannya yang berada diluar area object. CSS jenis ini juga bisa digunakan secara berulang pada beberapa object sekaligus, bahkan antar website sehingga lebih menghemat ruang.

BACA JUGA:  Tutorial Mengganti dan Menambah Iklan di Front End Elementor

Embedded Style Sheet

CSS jenis ini memiliki ciri yang hampir sama dengan Inline Style Sheet karena diletakkan pada halaman yang sama pada suatu website. Bedanya, untuk Embedded Style Sheet posisinya berada di antara tag <head> dan </head> serta di awali dengan tag <style>.

Secara umum, Embedded Style Sheet dimanfaatkan untuk membuat tampilan unik di suatu laman website dengan pola berulang. Contohnya untuk mengatur posisi iklan di awal paragraf untuk semua artikel.

Nah Untuk Anda yang ingin memiliki website, aplikasi mobile, dan jasa social media managemen jangan ragu untuk menggunakan jasa dari ASTURIProject.combanyak kemudahan, banyak discount an.

Promo UMKM dan BLOGGER!Diskon Hingga 75% Off Khusus UMKM dan Blogger

Ambil Promo Sekarang dan Raih Penghasilan Semakin Besar dengan WEBSITE!

Yuk Ambil Promo or K
1
Ambil Promo or Konsultasi?
Hallow...
Ambil Promo or Konsultasi?